Proses Berpikir Memodelkan
Pada umumnya pemodelan digunakan sebagai suatu cara untuk memecahkan suatu masalah. Olehkarena itu proses untuk memodelkan sesuatu sama dengan proses dalam memecahkan suatu masalah.
Sebagian besar ahli pendidikan Matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon. Mereka juga menyatakan bahwa tidak semua pertanyaan otomatis akan menjadi masalah. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan yang tidak dapat dipecahkan dengan suatu prosedur rutin yang sudah diketahui si pelaku.
Langkah-langkah dalam Model Pemecahan Masalah
John Dewey dalam bukunya How We Think , 1910 (dalam Posamentier, 1999), menyebutkan lima langkah dasar untuk problem solving (pemecahan masalah) adalah sebagai berikut:
a. Menyadari bahwa masalah itu ada
b. Identifikasi masalah
c. Penggunaan pengalaman sebelumnya atau informasi yang relevan untuk penyusunan hipotesis
d. Pengujian hipotesis untuk beberapa solusi yang mungkin
e. Evaluasi terhadap solusi dan penyusun kesimpulan berdasarkan bukti yang ada.
Beberapa kiat yang Sering Digunakan
Pada saat memecahkan masalah, ada beberapa cara atau langkah yang sering digunakan. Cara yang sering digunakan orang dan sering berhasil pada proses pemecahan masalah inilah yang disebut dengan kiat/strategi pemecahan masalah. Setiap manusia akan menemui masalah, karenanya strategi ini akan sangat bermanfaat jika dipelajari para siswa agar dapat digunakan dalam kehidupan nyata mereka.
Beberapa strategi yang sering digunakan dalam pemecahan masalah matematika sekolah adalah (Posamentier, 1999) :
a. Membuat gambar atau diagram.
Strategi ini terkait dengan pembuatan sket atau gambar corat-coret guna mempermudah dalam memahami masalah dan mendapatkan penyelesaiannya.
b. Bergerak dari Belakang
Dengan strategi ini, kita mulai dengan menganalisa bagaimana cara mendapatkan tujuan yang hendak dicapai. Dengan strategi ini, kita bergerak dari yang diinginkan lalu menyesuaikan dengan yang diketahui.
c. Memperhitungkan setiap kemungkinan
Strategi ini terkait dengan penggunaan aturan-aturan yang dibuat sendiri oleh si pelaku selama proses pemecahan masalah sehingga tidak akan ada satupun alternatif yang terabaikan.
d. Mencobakan pada soal yang lebih sederhana.
Strategi ini berkait dengan penggunaan contoh khusus tertentu pada masalah tersebut agar lebih mudah dipelajari, sehingga gambaran umum penyelesaian yang sebenarnya dapat ditemukan.
e. Membuat tabel.
Strategi ini digunakan untuk membantu menganalisis permasalahan atau jalan pikiran kita, sehingga segala sesuatunya tidak dibayangkan hanya oleh otak yang kemampuannya sangat terbatas.
f. Menemukan pola
Strategi ini terkait dengan pencapaian keteraturan-keteraturan pola.Keteraturan tersebut akan memudahkan kita menemukan penyelesaiannya.
g. Memecah tujuan .
Strategi ini berkait dengan pemecahan tujuan umum yang hendak kita capai menjadi satu atau beberapa tujuan bagian. Tujuan bagian ini dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya.
h. Berpikir logis
Strategi ini berkaitan dengan penggunaan penalaran maupun penarikan kesimpulan yang sah atau valid dari berbagai informasi atau data yang ada.
i. Mengabaikan Hal yang Tidak Mungkin
j. Dari berbagai alternatif yang mungkin, alternatif yang sudah jelas-jelas tidak mungkin agar dicoret atau diabaikan sehingga perhatian dapat tercurah sepenuhnya untuk hal-hal yang tersisa dan masih mungkin saja.
k. Mencoba-coba.
Strategi ini biasanya digunakan untuk mendapatkan gambaran umum pemecahan masalahnya dengan mencoba-coba dari yang diketahui.
(sumber:Drs Rachmadi W. 2004. Model-model pembelajaran matematika SMP. Yogyakarta: Widyaiswara PPPG Matematika.)
+of+SSA54521.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar